Senin, 17 April 2017

Tuduh 9 Naga di Belakang Ahok, Rizieq Shihab Resmi Dipolisikan Tim Ahok

Relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat resmi memasukkan laporan ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan nama Rizieq Shihab sebagai terlapornya. 

Perkataan Rizieq soal adanya dana untuk membeli aparat keamanan menjadi salah satu yang dipermasalahkan oleh relawan BaDja.

"Di situ (ceramah Rizieq) dikatakan bahwa dana itu digunakan untuk kepentingan membeli aparat seperti TNI dan Polri," ujar salah satu kuasa hukum relawan, Suhadi, saat ditemui di Bareskrim Polri cabang KKP, Senin (17/4).

Suhadi menjelaskan dalam ceramahnya di Surabaya beberapa waktu Rizieq menyinggung bahwa kampanye Basuki-Djarot dibantu oleh para konglomerat yang dinamakan Sembilan Naga. Sembilan Naga adalah para pengusaha keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh di Indonesia.

Para konglomerat itu disebut mengeluarkan dana hingga triliunan demi memenangkan pasangan petahana.

Menurut dia, tudingan yang dilayangkan Rizieq dalam ceramahnya itu tidak berdasar karena sejak putaran pertama hingga putaran dua ini pasangan Basuki-Djarot tak pernah mengkaitkan diri dengan konglomerat.

"Memang dalam kampanye ada perolehan dana yang bersumber dari masyarakat tapi bukan pribadi dan itu ditentukan oleh KPU DKI," ujarnya.

"Jadi kalau dikatakan didukung oleh konglomerat itu sangat mengada-ada dan tak benar."

Laporan terhadap Rizieq pun sudah dimasukkan ke Bareskrim dengan nomor LP/398/IV/2017/Bareskrim.

Suhadi pun melampirkan flashdisk sebagai salah satu barang bukti karena ucapan Rizieq tersebut didapat dari sebuah video di situs YouTube.

Dalam laporan itu juga Rizieq dituduh telah melakukan tindakan provokasi dan SARA melalui media sosial dan melanggar Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (CNN)

loading...

SHARE THIS