Selasa, 18 April 2017

Tangis haru warnai pertemuan Syekh Rojab dan Mbah Fanani di Indramayu

Indramayu - Untuk pertama kalinya Mbah Fanani bertemu dengan Syekh Rojab atau Abah Rojab di Petilasan Dampu Alam, Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Momen langka itu terjadi pada Selasa (19/4/2017) siang sekitar pukul 14.50 WIB.

Abah Rojab yang semula berada di Kalimantan sejak beberapa tahun silam sengaja pulang untuk menemui Mbah Fanani yang sejak Kamis minggu lalu pindah dari Dieng, Wonosobo, Jateng. Dia terbang ke Jawa dengan menggunakan pesawat dan melanjutkan melalui perjalanan darat menggunakan mobil.

Sesampainya di pintu masuk patilasan, sejumlah warga dan pengurus yang sudah sejak pagi menunggu langsung mengumandangkan selawat saat mobil berhenti. Begitu pula saat Abah Rojab dibopong menuju kamar Mbah Fanani, selawat terus berkumandang tak henti.

Anak Abah Rojab, Toha beserta istrinya sontak menangis haru saat melihat orang tuanya telah tiba. Bahkan terlihat sejumlah orang yang berada di lokasi juga terlihat haru saat melihat momen langka saat kali pertama dua insan sepuh itu dipersatukan di kamar khusus yang berada di dalam musala.

Di dalam kamar keduanya nampak akrab meskipun selama ini hanya berkomunikasi melalui batin karena Abah Rojab berada di Kalimantan dan Mbah Fanani di Dieng. Layaknya seorang sohib yang baru bertemu untuk waktu yang lama keduanya terlihat semringah.

Bahkan Mbah Fanani yang dikenal tak pernah berbicara terlihat melontarkan kata-kata sehingga membuat Abah Rojab tersenyum gembira. Keduanya nampak sangat akrab, bukan hanya terlihat senyum bahagia rangkulan keduanya membuat momen tersebut semakin bahagia.

Tidak diketahui persis apa yang diobrolkan keduanya itu. Pasalnya yang berada di dalam kamar hanya Abah Rojab, Mbah Fanani, Toha, dan istrinya. Sementara tamu termasukdetikcom hanya diperkenankan melihat dari luar pintu yang terbuka.

"Mohon maaf jangan difoto-foto. Karena tidak ada izin, saya mohon yang sudah foto untuk dihapus," ucap istri Toha kepada para tamu.

Sekitar 10 berselang, pintu kamar pun ditutup. Seiring Toha dan istrinya keluar dan meninggalkan Abah Rojab dan Mbah Fanani bernostalgia di dalam kamar.

Seperti diketahui Mbah Fanani menyampaikan keinginannya untuk pindah ke Indramayu kepada Abah Rojab melalui komunikasi batin. Abah Rojab yang berada di Kalimantan langsung memberi mandat pada anaknya, Toha, untuk menjemput Mbah Fanani sekitar 7 bulan lalu.

Toha yang kebingungan dan merasa tak sanggup akhirnya baru mendapat petunjuk pada Kamis lalu untuk menjemput Mbah Fanani. Penjemputan itu kemudian berkembang menjadi isu penculikan karena dilakukan pada malam hari dan sempat terjadi insiden.

Sesampainya Mbah Fanani di Indramayu, dia meminta Abah Rojab untuk sama-sama pulang. Hingga akhirnya pada Selasa siang ini Abah Rojab pulang dan bisa bertemu dengan Mbah Fanani. (try/detik)

loading...

SHARE THIS