Selasa, 24 Januari 2017

Bikin Merinding, Pengakuan Ibu korban Diksar Mapala UII sebelum tewas, disabet & diinjak


SuaraNetizen.com - Pelaksanaan pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) di lereng selatan Gunung Lawu, Tawangmangu, Jawa Tengah, memakan korban. Dua peserta diksar, Muhammad Fadhli dan Syaiyt Asyam meninggal dunia.

Ibunda Asyam, Sri Handayani menyakini anaknya tewas dianiaya. Keyakinan tersebut didasarkan pengakuan Asyam sebelum meninggal dunia dan terdapat luka di tubuh korban.

"Anak saya yang tadinya ganteng menjadi penuh luka. Asyam juga mengeluh merasa sakit di bagian punggung," kata Sri saat ditemui di rumah duka di Jetis, RT 13 RW 13, Catuharjo, Sleman, DIY kemarin.

Sri menambahkan bahwa Asyam masuk ke RS Bethesda dalam kondisi kritis, Sabtu (21/1) pagi. Sabtu siang, Sri sempat diminta dokter untuk menanyakan kepada putranya penyebab sakitnya. Sri sempat berbicara dengan Asyam yang kondisi kesadarannya saat itu 60 hingga 70 persen.

"Asyam mengatakan pungungnya sempat disabet dengan rotan. Anak saya juga bilang, leher berat, sakit. Bawa air terlalu banyak. Punggung dipukul (dengan rotan) 10 kali. Diinjak kakinya. Jangankan ngomong, anak saya bernapas saja susah waktu itu," kenang Sri.

Melihat kondisi anaknya yang makin memburuk, Sri pun menghentikan pembicaraan. Ketika itu, pemuda kelahiran 7 Juli 1997 itu sempat meminta maaf kepadanya.

"Asyam mengembuskan napas sekitar pukul 14.45 WIB. Asyam dimakamkan di makam keluarga yang tak jauh dari rumah. Saya yang menemani saat Asyam syakaratur maut," terang Sri.

Di mata keluarga, Asyam merupakan anak yang berprestasi. Saat bersekolah di SMA Kesatuan Bangsa Boarding School (KBBS) Yogyakarta, Asyam pernah meraih dua medali emas bidang Kimia dalam ajang International Science Project Olympiad (ISPrO), dan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada 2014 di Jakarta.

"Asyam pernah juara dan medali emas bidang kimia di ajang International Environment Sustainability Project Olympiad (INESPO) 2014 di Belanda. Penelitiannya saat itu soal lingkungan di lautan. Anak saya bertemu langsung dengan Meteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi," cerita Sri.

Berbekal prestasinya itu, sambung Sri, Asyam pernah diundang untuk menemui Presiden Joko Widodo. "Setelah lulus UII, anak saya ingin melanjutkan kuliah ke London, Inggris," kenang Sri.

Terpisah, Rektor UII Harsoyo menjelaskan pihaknya masih mendalami peristiwa tewasnya dua mahasiswa itu dengan membentuk tim investigasi. Tim investigasi tersebut terdiri dari pimpinan UII, bidang kemahasiswaan, bidang medis dan forensik, psikologi serta bidang hukum.

"Tim ini sedang menelusuri serta mencari fakta dan informasi yang lengkap terkait wafatnya Muhammad Fadhli dan Syaits Asyam," ujar Harsoyo.

Harsoyo mengungkapkan bahwa UII akan menindak tegas pihak yang terlibat apabila ditemukan adanya penyimpangan terhadap kematian kedua mahasiswa UII tersebut.

"Saat ini semua kegiatan yang bersifat outdoor di UII kami tangguhkan sementara. Nantinya hasil temuan tim investigasi juga akan kami gunakan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan mahasiswa yang lainnya," ungkap Harsoyo.

Achiel Suyanto, salah seorang tim investigasi UII yang juga merupakan mantan Ketua Mapala UII mengatakan acara tersebut sudah ada sejak tahun 1977. Menurutnya tidak pernah ada kekerasan dalam acara tersebut.

"Dalam kurikulum Mapala UII tidak ada kekerasan. Kalaupun ada hukuman paling hanya disuruh lari atau push up saja. Tidak diperbolehkan ada kekerasan," tegas Achiel.

Achiel menerangkan bahwa saat ini tim investigasi belum bisa membeberkan hasil temuannya. Pasalnya, hari ini tim baru meminta keterangan panitia dan pengurus Mapala UII.

"Tunggu beberapa hari ke depan. Pasti akan kita beritahukan hasil investigasinya apa. Mau ada kekerasan atau tidak akan tetap kita sampaikan," papar Achiel.

Achiel juga menuturkan bahwa pihaknya akan menghormati apabila keluarga mahasiswa yang meninggal saat mengikuti Diksar Mapala UII mengambil langkah hukum. Baginya langkah hukum itu adalah hak setiap warga negara.

"Pengurus Mapala UII dan panitia acara kemarin sudah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian. Silakan saja, biarkan proses hukum tetap jalan dan kami pun juga akan tetap melakukan investigasi. Apapun hasilnya nanti akan kita sampaikan," pungkas Achiel.

Kegiatan Diksar Mapala UII di Lereng Selatan Gunung Lawu merupakan acara resmi yang diikuti sedikitnya 37 peserta.

Pihak UII mengetahui dan mengizinkan penyelenggaraan acara yang dinamai The Great Camping (TGC) yang diadakan dari tanggal 13 hingga 20 Januari 2017.

Fadhli merupakan mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015. Fadhli tewas hari Jumat, (20/1) saat dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar. Sementara Syaits Asyam mahasiswa program studi Teknik Industri angkatan 2015, meninggal hari Sabtu (21/1). Korban sempat dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta sebelum akhirnya meninggal dunia. (Mdk/SN)
loading...

SHARE THIS