Rabu, 28 Desember 2016

Firasat Aneh Rekan Dodi Sebelum Kejadian Naas Pembunuhan Di Pulomas


SuaraNetizen.com - Tonisis Harianto mendapat firasat aneh sebelum kematian Dodi Triono. Hal tersebut terjadi ketika rekan satu almamater Dodi di Universitas Indonesia itu bertemu di akhir pekan lalu.

Dalam acara pertemuan rekanan jelang akhir tahun di Restoran Hanamasa, FX, Senayan pada Jumat (23/12), Dodi menampilkan sikap yang aneh.

"Saya juga merasa ada yang lain nggak biasanya. Pertama sikap. Biasanya dia diam, tapi ini agak ceria," ujar Toni saat menghantarkan pemakaman korban pembunuhan keji itu di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (28/12).

Kendati tampak ceria, Toni melihat mata Dodi yang menatap kosong. "Saya bukan paranormal tapi saya lihat (tatapan) mata si Dodi kok begini ya. Kayak kosong jadi inget almarhum kakak saya. Udah kosong tp dipaksain. Di situ kelihatan begitu lemah," ungkapnya.

Namun lanjut Toni, Dodi masih bersikap  santai. "Setelah itu enjoy aja," pungkas rekan satu profesi sesama arsitek itu. Dia pun kaget luar biasa saat mendengar kabar Dodi dibunuh dengan cara mengerikan.

Sebagaimana diketahui, Dodi yang merupakan seorang arsitek menjadi salah satu korban dari pembunuhan sadis di rumahnya sendiri, Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12)

Dia dijejalkan dalam kamar mandi berukuran 2x1 meter bersama sepuluh orang lainnya.

Adapun mereka yang tewas selain Dodi yakni, Diona Arika Andra Putri (16) pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9) anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto sopir; Tasrok (40) sopir.

Sedangkan lima korban luka adalah Emi (41) warga Kampung Cipongpok RT 010/004 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22) warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23) warga Desa Kemanggungan RT 2/2 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; Windy (23) warga Dusun Karang Sari RT 04/02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban. (dna/JPG)
loading...

SHARE THIS