Kamis, 30 Juni 2016

Erdogan Minta Maaf pada Rusia untuk Selamatkan Karir Politiknya?


SuaraNerizen.com, ANKARA - Setelah berbulan-bulan “konfrontasi”, Presiden Turki Recep Tayiip Erdogan meminta maaf kepada Rusia atas penembakan jet Su-24 di perbatasan Suriah-Turki November lalu. Namun, langkah Erdogan meminta maaf itu dinilai sebagai upayanya untuk menyelamatkan karir politiknya.

Penilaian itu disampaikan editor surat kabar Turki berhaluan kiri "SOL", Kemal Okuyan. Editor tersebut pernah diadili di Turki karena mengkritik Presiden Erdogan.

Berbicara dengan Brian Becker dari Loud & Clear, Okuyan, mengatakan bahwa kebijakan Erdogan telah membawa Turki menuju kebuntuan politik dengan AS, Israel dan Uni Eropa serta Rusia.

Ankara juga memiliki hubungan yang tegang dengan Iran, Yunani dan Armenia yang belum membaik. “Akibatnya Turki menjadi negara yang memiliki masalah dengan negara-negara di dunia dan kekuatan regional,” katanya.

Menurut Okuyan, kebijakan dan 6sikap Erdogan terhadap Suriah telah membagi opini publik di kalangan penduduk Turki. Hampir setengah dari total warga Turki masih mendukung Presiden Erdogan, sementara separuh lainnya menentang.

”Masyarakat Turki berjuang melawan Erdogan, meskipun mereka telah mendukungnya untuk sementara waktu,” ujarnya. Dia menilai Erdogan berambisi mengembalikan Turki ke era Ottoman.

Selain itu, jatuhnya jet Rusia akibat ditembak pesawat tempur Turki membuat hubungan Ankara dan Moskow Rusak. Akibatnya, Turki mengalami konsekuensi ekonomi yang keras dari Rusia, terutama di sektor wisata. Okuyan mengatakan, tanpa wisatawan Rusia, beberapa bagian dari negara tersebut  benar-benar kosong.

”Erdogan menggunakan Rusia untuk menyeimbangkan beberapa kritik yang datang dari Amerika Serikat. Dia mencoba untuk menggunakan kartu Rusia,” lanjut Okuyan, yang dikutip Sputniknews, Jumat (1/7/2016).

Okyuan melanjutkan, ketika Erdogan dikritik di semua lini, dia mengulurkan tangan ke arah Rusia dalam upaya untuk menyelamatkan karir politiknya.

”Ini adalah langkah yang dibuat Erdogan untuk menyelamatkan dirinya. Tentu saja memiliki beberapa konteks politik dan ekonomi, tetapi masalah utama adalah untuk menyelamatkan Erdogan,” katanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengkonfirmasi bahwa Pemerintah Erdogan sudah meminta maaf pada Rusia. Namun, para pejabat Ankara masih mengelak dan mengklaim bahwa Turki hanya menyesal, bukan meminta maaf. (SI

loading...

SHARE THIS